Anjuran Memberi Makan pada Hari Jumat
Penulis:
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-
Salah satu ciri dan kebiasaan kaum muslimin, memberi makan kepada manusia, baik muslim, atau kafir.
Memberi makan kepada manusia memang dianjurkan dalam Islam melalui nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah yang shohihah dari Nabi –shallallallahu alaihi wa sallam-.
Termasuk di dalamnya seorang muslim dianjurkan bersedekah dan memberi makan pada hari Jumat. Sebab, hari Jumat itu adalah hari raya pekanan kaum muslimin yang di dalamnya mereka berbahagia dan bersilaturahmi.
Kebiasaan memberi makan pada hari Jumat diceritakan oleh seorang sahabat, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy –radhiyallahu anhu-; beliau berkata,
«كَانَتْ فِينَا امْرَأَةٌ تَجْعَلُ عَلَى أَرْبِعَاءَ فِي مَزْرَعَةٍ لَهَا سِلْقًا، فَكَانَتْ إِذَا كَانَ يَوْمُ جُمُعَةٍ تَنْزِعُ أُصُولَ السِّلْقِ، فَتَجْعَلُهُ فِي قِدْرٍ، ثُمَّ تَجْعَلُ عَلَيْهِ قَبْضَةً مِنْ شَعِيرٍ تَطْحَنُهَا، فَتَكُونُ أُصُولُ السِّلْقِ عَرْقَهُ،
وَكُنَّا نَنْصَرِفُ مِنْ صَلاَةِ الجُمُعَةِ، فَنُسَلِّمُ عَلَيْهَا، فَتُقَرِّبُ ذَلِكَ الطَّعَامَ إِلَيْنَا، فَنَلْعَقُهُ وَكُنَّا نَتَمَنَّى يَوْمَ الجُمُعَةِ لِطَعَامِهَا ذَلِكَ» أخرجه البخاري في "صحيحه" (رقم: 938 و 2349 و 5403 و 6248)
“Dahulu di antara kami ada seorang wanita meletakkan (menanam) bayam bit di kebun miliknya. Apabila hari Jumat tiba, maka si wanita itu mencabut batang bayam bit tersebut. Kemudian dia letakkan sayur bayam bit itu dalam sebuah panci, lalu dia meletakkan di dalam panci itu juga segenggam tepung gandum yang ia giling. Sayur bayam bit itu menjadi lauknya.
Kami biasanya pulang dari shalat Jumat, lalu ucapkan salam kepada si wanita tua itu, lalu si wanita itu menghidangkan makanan kepada kami. Kami menjilatinya (setelah makanan habis). Kemudian kami mengharap-harap makanan wanita itu pada hari Jumat.”
[Hadits Riwayat Al-Bukhoriy (no. 938, 2349, 5403, dan 6248)]
Di dalam hadits ini, terdapat bukti yang amat terang menunjukkan kepada kita bahwa wanita ini memiliki kebiasaan yang amat mulia. Si wanita ini menyiapkan makanan bagi Rasulullah –shallallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabat –radhiyallahu anhum- pada setiap usai Jumat. Karena itu, para sahabat selalu mengharap-harap hidangan makanan dari wanita itu pada setiap hari Jumat, sebab memang kebiasaannya memberi makanan pada hari Jumat telah dikenal oleh para sahabat.
Ibnu Hibban Al-Bustiy –rahimahullah- berkata saat memetik faedah dari hadits ini,
"ذِكْرُ اسْتِحْبَابِ اجْتِمَاعِ الْإِخْوَانِ لِلطَّعَامِ فِي يَوْمٍ بِعَيْنِهِ مِنَ الْجُمُعَةِ." اهـ من "صحيح ابن حبان" (12/ 121)
“Penyebutan anjuran berkumpulnya saudara-saudara (seiman) untuk makan pada hari jumat secara khusus.” [Lihat “Shohih Ibni Hibban” (12/121)]
Sebagian ulama menganjurkan untuk bersedekah dan melakukan kebaikan pada hari Jumat, termasuk di dalamnya memberi makan.
Al-Khothib Asy-Syarbiniy (wafat 977 H) –rahimahullah- berkata,
"وَيسن كَثْرَة الصَّدَقَة وَفعل الْخَيْر فِي يَوْمهَا وليلتها وَيكثر من الصَّلَاة على رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فِي يَوْمهَا وليلتها." اهـ من الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع (1/ 185)
Disunnahkan banyak bersedekah dan melakukan kebaikan pada hari dan malam Jumat, serta memperbanyak sholawat bagi Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- pada hari dan malam Jumat.”
[Lihat Al-Iqna’ fi Hall Alfazh Abi Syuja’ (1/185)]
Ibnul Qoyyim –rahimahullah- berkata,
"لِلصَّدَقَةِ فِيهِ مَزِيَّةٌ عَلَيْهَا فِي سَائِرِ الْأَيَّامِ، وَالصَّدَقَةُ فِيهِ بِالنِّسْبَةِ إِلَى سَائِرِ أَيَّامِ الْأُسْبُوعِ كَالصَّدَقَةِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِالنِّسْبَةِ إِلَى سَائِرِ___الشُّهُورِ.
وَشَاهَدْتُ شَيْخَ الْإِسْلَامِ ابْنَ تَيْمِيَّةَ _قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ_ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْجُمُعَةِ يَأْخُذُ مَا وَجَدَ فِي الْبَيْتِ مِنْ خُبْزٍ أَوْ غَيْرِهِ فَيَتَصَدَّقُ بِهِ فِي طَرِيقِهِ سِرًّا، وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: إِذَا كَانَ اللَّهُ قَدْ أَمَرَنَا بِالصَّدَقَةِ بَيْنَ يَدَيْ مُنَاجَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَالصَّدَقَةُ بَيْنَ يَدَيْ مُنَاجَاتِهِ تَعَالَى أَفْضَلُ وَأَوْلَى بِالْفَضِيلَةِ." اهـ من "زاد المعاد في هدي خير العباد" (1/ 394_395)
“Bersedekah di hari Jumat memiliki keistimewaan atas sedekah pada hari-hari lainnya. Bersedekah di hari Jumat kaitannya dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan kaitannya dengan bulan-bulan lainnya.
Aku telah menyaksikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah menyucikan rohnya- apabila beliau keluar menuju shalat Jumat, maka beliau mengambil sesuatu yang beliau dapati dalam rumah berupa roti, atau yang lainnya, lalu bersedekah dengannya dalam perjalanannya (menuju masjid) secara rahasia, dan aku mendengarkan beliau berkata,
‘Bila Allah sungguh telah memerintahkan kita bersedekah di depan munajat bersama Rasululullah –shallallahu alaihi wa sallam-, bersedekah di depan munajat kita di depan Allah lebih utama dan lebih pantas dalam hal keutamaan’.” [Zaadul Ma’ad (1/ 394-395)]
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy –radhiyallahu anhu-; beliau berkata,
جَاءَ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ بِهَيْئَةٍ بَذَّةٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَصَلَّيْتَ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «صَلِّ رَكْعَتَيْنِ، وَحَثَّ النَّاسَ عَلَى الصَّدَقَةِ»،
فَأَلْقَوْا ثِيَابًا فَأَعْطَاهُ مِنْهَا ثَوْبَيْنِ،
فَلَمَّا كَانَتِ الْجُمُعَةُ الثَّانِيَةُ جَاءَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ، فَحَثَّ النَّاسَ عَلَى الصَّدَقَةِ، قَالَ: فَأَلْقَى أَحَدَ ثَوْبَيْهِ،
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«جَاءَ هَذَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِهَيْئَةٍ بَذَّةٍ، فَأَمَرْتُ النَّاسَ بِالصَّدَقَةِ، فَأَلْقَوْا ثِيَابًا، فَأَمَرْتُ لَهُ مِنْهَا بِثَوْبَيْنِ، ثُمَّ جَاءَ الْآنَ فَأَمَرْتُ النَّاسَ بِالصَّدَقَةِ، فَأَلْقَى أَحَدَهُمَا»،
فَانْتَهَرَهُ وَقَالَ: «خُذْ ثَوْبَكَ»
أخرجه أبي داود في "سننه" (2/ 128) (رقم: 1675)، والنسائي في "سننه" (3/ 106 و 5/ 63) (رقم: 1408 و 2536)، والترمذي في "سننه" – ت. شاكر (2/ 385) (رقم: 511)، سنن ابن ماجه (1/ 353) (رقم: 1113)، وحسنه الألباني في "التعليقات الحسان" (4/ 220) (رقم: 2496)
“Seorang laki-laki pernah datang pada hari Jumat dengan penampilan yang lusuh, sedangkan Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- berkhutbah. Lalu beliau bertanya kepada laki-laki itu, “Apakah kamu telah shalat (yakni, shalat sunnah Tahiyyatul Masjid)?” “Belum,” tukas laki-laki itu. “Shalatlah dua rakaat,” kata beliau, seraya beliau pun menganjurkan manusia untuk bersedekah.
Akhirnya mereka (para sahabat) melemparkan (memberikan) pakaian-pakaian, lalu Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- memberi laki-laki itu dua helai pakaian di antara pakaian-pakaian tersebut.
Tatkala Jumat berikutnya, laki-laki itu datang lagi, sedang Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- berkhutbah. Kemudian beliau pun menganjurkan manusia untuk bersedekah.
Kata Abu Sa’id Al-Khudriy, “Lalu si laki-laki itu melemparkan (memberikan) salah satu dari dua pakaiannya.”
Kemudian Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
“Si laki-laki ini datang pada hari Jumat (yang lalu) dengan penampilan yang lusuh. Karena itu, aku memerintahkan manusia untuk bersedekah sehingga mereka pun melemparkan (memberikan) pakaian-pakaian, lalu aku perintahkan agar si laki-laki ini (diberi) dua helai pakaian di antara pakaian-pakaian tersebut. Kemudian, ia datang lagi hari ini, lalu aku perintahkan manusia untuk bersedekah. Kemudian si laki-laki ini melemparkan (memberikan) salah satu dari dua pakaiannya.”
Lalu Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- membentaknya, seraya bersabda,
“Ambil pakaianmu.” [Hadits Riwayat Abu Dawud dalam Sunan-ny (2/128) (no. 1675), dalam Sunan-nya, An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (3/106 & 5/63) (no. 1408 & 2536), At-Tirmidziy dalam Sunan-ny (2/385) (no. 511), dan Ibnu Majah (1/353) (no. 1113)]
Hadits ini dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam At-Ta’liqot Al-Hisan (4/220) (no. 2496).
Di dalam hadits ini, tampak bahwa Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- pada hari Jumat memerintahkan para sahabat agar bersedekah, karena hari itu manusia berkumpul, dan tentunya banyak orang-orang yang membutuhkan sedekah pada hari Jumat yang merupakan momen berkumpulnya manusia dengan berbagai latar belakang yang berbeda, entah itu orang kaya, atau orang miskin.
Ditulis oleh Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-
Blog Abu Faizah

Posting Komentar untuk " Anjuran Memberi Makan pada Hari Jumat"