Biografi Singkat Imam Abi Syuja’ | Catatan Kajian Matan Abi Syuja' (Part 1)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ini adalah catatan kajian dari penjelasan kitab Mukhtashar Abi Syuja’, yang juga dikenal dengan nama Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib, karya Al-Imam Abi Syuja’ Asy-Syafi’i rahimahullahu ta’ala. Yang disampaikan oleh Ustadz Muh Arvan Amal di Channel Whatsapp Manarul Ilmi Learning Circle (Klik untuk menuju ke Channel). Sebagaimana biasanya, sebelum masuk ke dalam pembahasan isi kitab, ada dua pendahuluan yang perlu disebutkan terlebih dahulu:
- 1. At-Ta’rif bil Mushannif (biografi ringkas penulis).
- 2. At-Ta’rif bil Mushannaf (penjelasan ringkas tentang kitab).
Biografi Singkat Imam Abi Syuja’
Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad al-Asfahani Asy-Syafi’i, lebih dikenal dengan kuniah Abu Syuja’. Beliau lahir di kota Basrah, Irak, sekitar tahun 433 H / 1041 M.
Tidak banyak catatan biografi detail mengenai beliau. Informasi yang sampai kepada kita lebih banyak menyoroti keshalehan, kezuhudan, kewara’an, dan peran beliau sebagai seorang qadhi (hakim). Beliau dikenal dengan sebutan Al-Qadhi Abu Syuja’.
Diriwayatkan bahwa beliau menuntut ilmu fikih mazhab Syafi’i selama kurang lebih 40 tahun di Basrah, kemudian mengajarkannya hingga akhirnya menjadi seorang qadhi di kota tersebut.
Karya tulis beliau yang masyhur hanya sedikit, dan yang paling dikenal adalah kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib ini. Kendati demikian, kitab ini mendapatkan perhatian luar biasa dari para ulama. Banyak ulama menulis syarah (penjelasan) terhadap kitab ini, sehingga ia menjadi matan mukhtashar paling populer dalam fikih Syafi’iyah.
Abu Syuja’ kemudian menetap di Madinah hingga akhir hayatnya, berkhidmat di Masjid Nabawi. Beliau wafat sekitar tahun 500 H / 1106 M, meskipun ada khilaf terkait tahun wafatnya. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa beliau berusia lebih dari 100 tahun.
Pelajaran dari Biografi Beliau
Menariknya, meski Abu Syuja’ bukanlah ulama yang sangat terkenal pada zamannya, tidak banyak memiliki murid maupun karya, Allah ﷻ justru menjadikan beliau masyhur setelah wafat. Kitab ringkas yang beliau tulis menjadi pegangan para penuntut ilmu hingga kini. Ini menunjukkan bahwa popularitas bukanlah tujuan, melainkan anugerah yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Kitab Mukhtashar Abi Syuja’
Kitab ini dikenal dengan beberapa nama:
- 1. Mukhtashar Abi Syuja’ atau Matan Abi Syuja’.
- 2. Al-Ghayah wa At-Taqrib.
- 3. Ghayatul Ikhtishar.
Ketiga nama tersebut merujuk pada kitab yang sama.
- Al-Khatib Asy-Syirbini rahimahullah menulis syarah dengan judul Al-Iqna’ fi Halli Alfaz Abi Syuja’.
- Muhammad bin Qasim Al-Ghazzi rahimahullah menulis syarah Fathul Qarib, yang menjelaskan Al-Ghayah wa At-Taqrib.
- Taqiyudiin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni rahimahullah menulis Kifayatul Akhyar, syarah dari Ghayatul Ikhtishar.
Makna “Mukhtashar”
Mukhtashar berarti ringkas dalam lafaz. Para ulama sepakat bahwa mukhtashar adalah kitab dengan redaksi singkat, meski terdapat khilaf apakah harus juga memiliki makna yang luas.
Metodologi Kitab
Sebagai sebuah matan ringkas, kitab ini tidak memuat dalil secara rinci. Metodenya sangat sederhana, penuh dengan pembagian (taqasim), penyebutan rukun, syarat dengan angka-angka, yang memudahkan penuntut ilmu memahami struktur fikih.
Tema Pembahasan dalam Kitab
Sebagaimana kitab-kitab fikih lain, Mukhtashar Abi Syuja’ membahas empat bagian utama fikih:
- Ibadat → thaharah, shalat, zakat, puasa, haji, jihad, sembelihan.
- Mu’amalat → jual beli, transaksi, perbudakan, warisan, dan sejenisnya.
- Nikah → pernikahan dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya.
- Jinayat → hukum pidana, hudud, qadha’, dan kesaksian.
Hampir seluruh pembahasan kitab ini mengikuti pendapat muktamad mazhab Syafi’i. Hanya sebagian kecil yang berbeda, wajar karena Abu Syuja’ hidup jauh sebelum Imam Nawawi dan Imam Ar-Rafi’i, dua tokoh besar yang kemudian menjadi rujukan tarjih dalam mazhab Syafi’i.
Penutup
Kitab Mukhtashar Abi Syuja’ atau Al-Ghayah wa At-Taqrib adalah salah satu matan fikih Syafi’iyah paling populer yang hingga kini masih menjadi rujukan para penuntut ilmu. Meski sangat ringkas, penyajiannya sistematis, penuh pembagian yang membantu pemahaman, dan mengandung barakah ilmu.
Dari sini, kita belajar bagaimana sebuah karya yang sederhana, ditulis dengan keikhlasan, dapat mengangkat nama seorang ulama hingga masyhur lintas zaman.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab. Insya Allah lanjut di catatan selanjutnya.. Semoga Allah mudahkan
Posting Komentar untuk "Biografi Singkat Imam Abi Syuja’ | Catatan Kajian Matan Abi Syuja' (Part 1)"